Minggu, 10 Oktober 2010

Perkembangan koperasi di Indonesia dan Di Luar negri

Perkembangan Koperasi Di Indonesia
Sejak lama bangsa Indonesia telah mengenal kkeluargaan dan kegorong royongan yang diperaktekan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Kebiasaan yang bersifat nonprofit ini, merupakan input untuk Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 yang dijadikan dasar / pedoman pelaksaanan koperasi . Kebiasaan-kebiasaan nenek moyang yang turun temurun itu dapat dijumpai diberbagai daerah di Indonesia di antaranya adalah Arisan untuk daerah Jawa Tenah, dan Jawa Timur, paketan, mitra cai, dan ruing mangpulung daerah Jawa Barat, Mapalus di daerah Sulawesi Utara, kerja sama pengairan yang terkenal dengan Subak untuk daerah Bali, dan Julo-julo untuk daerah Sumatra Barat merupakan sifat-sifat hubungan sosial, nonprofit dan menunjukan usaha atau kegiatan atas dasar kadar kesadaran berpribadi dan kekeluargaan. Bentuk –bentuk ini yang lebih bersifat kekeluargaan, kegotongroyonagn, hubungan sosial,nonprofit dan kerja sama disebut Pra Koperasi. Pelaksaan yang bersifat pra-koperasi terutama dipedesaan masih dijumpai, meskipun arus globalisasi terus merambat kepedesaan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada pertengan abad ke-18 telah mengubah wajah dunia. Berbagai penemuan dibidang teknologi (revolusi industri) melahirkan tata dinia ekonomi baru. Tataan dunia ekonomi menjadi terpusat pada keuntungan perseoranagn, yaitu kaum pemilikm modal (kapitalisme). Kaum kapitalis atau pemilik modal memanfaatkan penemuan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk memperkaya diri dan memperkuat kedudukan ekonomihnya. Hasrat serakah ini melahirkan persaingan bebas yanr tidak terbatas. Sistem ekonomi kapitalis/liberal memberikan keuntungan yang sebesar-besarnay kepada pemilik modal dan melahirkan kemelaratan dan kemiskinan bagi masyarakat ekonomi lemah. Dalam kemiskinan dan kemelaratan ini muncul kesadaran masyarakat untuk memperbaiki nasibnya sendiri dengan mendirikan Koperasi Pada tahun 1844 lahirlah koperasi pertama di Inggris yang terkenal denagn nama Koperasi Rochdale di bawah pimpinan Charles Howart. Di Jerman, Frederich Willihelm Raiffeisen dan Herman Sehulze mempelopori Koperasi Simpan Pinjam. Pada mulanya kedatanagn mereka murni untuk berdagang. Nafsu serakah kaum kapitalis ini akhirnay berubah menjadi bentuk penjajahan yang melaratkan masyarakat. Bangsa Indonesia, misalnya dijajah oleh Belanda selama 3,5 tahun. Selama penjajahan, bangasa Indonesia berada dalam kemelaratan dan kesengsaraan. Penjajahan menjadikan perekonomian Indonesia terbelakang.
Dimasa penjajahan Belanda, gerakan koperasi pertama di Indonesia lahir dari inisiatif tokoh R.A.Wiriaatmadja pada tahun 1986. Wiriaatmadja, patih purwokerto (Banyumas) ini berjasa menolong pegawai, pedagang kecil, petani dari hisapan lintah darat melalui koperasi. Beliau dengan bantuan E.Sieberg. Mereka mendirikan koperasi kredit system Raiffeisen,Gerakan koperasi semakin meluas bersana denagn munculnya pergerakan nasiolnal menentang penjajahan. Berdirinya Boedi Utomo , pada tahun 1908 mencoba memejukan koperasi rumah tangga (koperasi konsumsi). Serikat Islam pada tahun 1913 membantu mamajukan koperasi dengan bantuan modal dan mendirikan took koperasi. Pada tahun 1927, usaha koperasi dilanjutkan oleh Indonesia Studie Clube yang kemudian menjadi Persatan Bangsa Indonesia (PBI) di Surabaya. Partai Nasional Indonesia (PNI) di dalam kongresnaya di Jakatra berusaha menggelorakan semangat koperasi sehingga kongres ini sering disebut “ konres koperasi” .


Perkembangan Koperasi di Luar Negri
Secara garis besar perkembangan koperasi di luar negri berjalan dan berlangsung sangat cepat dan pesat sehingga dengan demikian Negara Indonesia belajar tentang koperasi dari sistem-sistem yang telah di terapkan oleh Negara yang ada di luar negri. Sejarah kelahiran dan berkembangnay koperasi di Negara maju (barat) dan Negara berkembang memang sangat diametral. Di barat koperasi lahir sehigga gerakan untuk melawan ketidak adilan pasar, oleh karena itu tumbuh dan berkembang dalam suasana persaingan pasar. Bahkan dengan kekuatannya itu koperasi dalam rangka melindungi dirinya. Di Negara berkembang koperasi dirasa perlu dilahirkan dalam kerangka membangun industry yang dapat menjadi mitra Negara dalam menggerakan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu kesadaran antar kesamaan dan kemuliaan tujuh Negara dan gerakan koperasi dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat ditonjolkan di Negara berkembang, baik oleh pemerintah colonial maupun pemerintahan bangsa sendiri setelah kemerdekaan.
Pada saat ini denagn globalisai dan runtuhnya perekonomian sosialis di Eropa Timur serta terbukanya Afrika, maka gerakan gerakan koperasi di dunia telah mencapai suatu status yangmenyatu di seluruh dunia. Dimasa lalu jangkauan pertukaran pengalaman meskipun hingga tahun 1960-an konsep gerakan koperasi belum mendapat kesepakatan secara internasional,namun dengan lahirnya Revolusi ILO-127tahun 1966 maka dasar pengmbangan koperasi mulai digunakan dengan tekanan pada saat itu adalah memenfaatkan jasa koperasi. Pada akhir 1980-an koperasi dunia mulai gelisah denagn proses globalisasi dan liberalisasi ekonomi dimana-mana, sehingga berbagai langkah pengkajian ulang kekuatan koperasi dilakukan. Hingga tahun 1992 Kongres ICA di Tokyo melelui pidato Presiden ICA (Lars Marcus) masih melhat perlunya koperasi melihat penaglaman swasta. Sepuluh tahun kemudian Presiden ICA saat ini Robert o Barberini menyatakan koperasi harus hidup dalam suasana untuk mendapatkan perlakuan yang sama “equal treatment” sehingga apa yang dapat dikerjakan oleh perusaan lain juga harus terbuka bagi koperasi (ICA, 2002). Koperasi kuat karena menganut “estabilished for last”.
Sejarah koperasi dunia melahirkan model-model keberhasilan umumnya berangkat dari tiga kutub besar yaitu: konsumen seperti di Inggris, kredit seperti yang terjadi di Perancis dan Belanda kemudian produsen yang berkembang pesat di daratan Amerika maupun di Eropa juga cukup maju.
Kesimpulanyan adalah bahwa perkembangan koperasi di luar negri sudah lebih dulu di banding Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar